Ibadah Puasa pada Diabetesi
Jumlah
penderita diabetes mellitus atau yang lebih dikenal dengan diabetesi di
Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan. Dari data Riset Kesehatan
Dasar Kementerian Kesehatan, di Indonesia jumlah pasien diabetes tahun
2010 diperkirakan 5,7 % dari seluruh penduduk Indonesia, yang berarti
berjumlah sekitar 13 juta orang dan menempati peringkat ke-9 di seluruh
dunia.
Menghadapi masuknya bulan suci Ramadhan ini banyak dari
diabetesi yang cukup bingung. Sering diabetesi menghadapi dilema apakah
harus menunaikan ibadah puasa atau tidak. Pertanyaan inipun sering
dilontarkan kepada kalangan ulama dan dokter oleh penderita diabetes.
Sebenarnya
dari berbagai literatur kedokteran, puasa aman dan dianjurkan untuk
penderita diabetes. Namun mengingat setiap penderita diabetes memiliki
derajat penyakit yang tidak sama maka ada beberapa kriteria dari
penderita diabetes yang tidak dianjurkan untuk berpuasa. Ada hal-hal
khusus yang harus diingat oleh diabetesi dalam berpuasa.
Diabetesi
yang tidak dapat mengontrol gula darahnya dengan baik yang ditandai
dengan kadar gula darah puasa lebih dari 126 mg/dl atau kadar gula darah
dua jam setelah makan 180 mg/dl dianjurkan tidak berpuasa. Begitu juga
diabetesi yang sedang hamil atau menyusui atau rentan mengalami
hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl) disarankan untuk
tidak berpuasa. Diabetesi dengan komplikasi diabetes yang berat seperti
dengan penyakit ginjal, penyakit hati atau penyakit jantung harus
hati-hati dalam berpuasa.
Diabetesi sebelum berpuasa disarankan
untuk berkonsultasi ke dokter. Karena saat puasa terjadi perubahan
jadwal makan dan minum obat. Diabetesi yang gula darahnya terkontrol
dengan pengaturan diet tanpa meminum obat pengendali gula darah maka
tidak ada masalah dalam menunaikan ibadah puasa. Cukup memperhatikan
jadwal dan porsi makan saat berbuka maupun sahur.
Pada diabetes
yang mengkonsumsi obat pengendali gula darah disarankan jangan
menghentikan pengobatan, tetapi dosis dan waktunya harus disesuaikan
dengan waktu berpuasa. Untuk obat diabetes yang tadinya diminum setiap
pagi diubah waktunya menjadi ketika berbuka puasa, sedangkan dosis untuk
sore hari dipindahkan menjadi saat makan sahur.
Bagi diabetesi
yang sudah minum obat dosis ganda, harus dilakukan pengaturan agar dosis
obat yang lebih besar diminum saat berbuka. Sedangkan bagi yang sudah
menggunakan insulin dosis tunggal digunakan insulin kerja menengah saat
berbuka puasa saja. Perlu pemantauan gula darah yang ketat pada pengguna
insulin, dan bila ada tanda-tanda ke arah hipoglikemi maka hentikan
puasanya.
Saat tidak berpuasa diabetesi makan dengan tiga porsi
besar yang kemudian berubah hanya dua porsi besar yaitu saat berbuka dan
sahur. Saat berbuka puasa disarankan untuk mengkonsumsi makanan 10%
dari jumlah kebutuhan kalori. Pilihan terbaik adalah sari buah dan
cocktail buah. Setelah shalat Magrib baru diabetesi makan besar yang
jumlahnya 50% dari seluruh kebutuhan kalori. Untuk pemilihan
karbohidrat, pilihlah karbohidrat kompleks yang butuh pembakaran lama,
membatasi lemak dan perbanyak serat untuk menghindari lonjakan gula
darah segera setelah berbuka. Waktu berbuka, jangan makan berlebihan
tetapi secara bertahap dan mengunyah dengan baik.
Sisanya 40%
dikonsumsi saat sahur. Sahur dianjurkan untuk sedekat mungkin dengan
waktu imsak sehingga kadar gula darah lebih terjaga saat berpuasa. Saat
sahur dianjurkan juga untuk meminum lebih banyak air putih dan
menghindari minum teh dan kopi yang dapat menyebabkan sering buang air
kecil saat berpuasa sehingga bisa menyebabkan dehidrasi.
Pemantauan
gula darah mandiri di rumah sangat dianjurkan untuk diabetesi.
Pemantauan dilakukan sebelum makan sahur dan dua jam setelahnya serta
sebelum berbuka puasa dan dua jam sesudahnya. Selain pada waktu-waktu
ini, kapan saja diabetesi merasakan gejala hipoglikemi yang ditandai
dengan berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, lemas bahkan sampai
tidak sadarkan diri maka harus segera memeriksakan diri. Diabetesi
disarankan agar tidak ragu untuk membatalkan puasa jika ada gejala
hipoglikemia dan hiperglikemia (kadar gula darah naik lebih dari 300
mg/dl).
Jika semua petunjuk di atas dijalankan dengan baik, puasa
Ramadhan akan menjadi aman, berkualitas dan berkah bagi diabetesi. Juga
jangan lupa setelah Ramadhan mengunjungi dokter lagi untuk memastikan
kadar gula darah terkendali dan berkonsultasi tentang penyesuaian obat
kembali. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa.
| Tentang Penulis: |
| dr. Suryadi Syam adalah dokter yang sedang mengikuti pendidikan spesialis Ilmu Penyakit Dalam di RSUP M. Djamil Padang/ FK Universitas Andalas Padang. Anda dapat menghubungi penulis melalui halaman kontak. |
________________________
Bertelanjang Kaki Lebih Sehat
Manusia adalah spesies yang paling hebat dalam berlari. Meskipun tidak secepat cheetah
dalam jarak dekat, dalam jarak jauh tidak ada spesies lain di planet
ini yang bisa mengalahkan manusia. Bahkan, nenek moyang kita dulu
berburu binatang di padang rumput dengan terus mengejarnya sampai
binatang itu kelelahan. Metode ini disebut “berburu sampai binatang
lelah”. Daniel Lieberman, paleoantropolog di Harvard University, dan
Bramble Dennis, ahli biologi di University of Utah, berpendapat bahwa
banyak karakteristik morfologis dan fisiologis manusia yang secara unik
diadaptasi untuk berlari jauh. Christopher McDougall dalam buku larisnya
Born to Run menceritakan orang-orang Indian Meksiko Tarahumara
yang memiliki kemampuan berlari luar biasa. Mereka bisa berlari tanpa
alas kaki sejauh 435 mil (sekitar 700 km, melebihi jarak
Jakarta-Surabaya) dalam dua hari dua malam tanpa henti!
Tidak perlu sepatu
Manusia
jelas tidak perlu sepatu untuk berlari. Bahkan, dalam kompetisi kelas
dunia pun sepatu tidak selalu berpengaruh terhadap prestasi. Banyak
atlet internasional seperti Zola Budd-Pieterse dari Afrika Selatan dan
Abebe Bikila dari Ethiopia yang berhasil menjadi juara tanpa alas kaki.
Bersepatu bahkan justru meningkatkan risiko keseleo engkel kaki, baik
oleh penurunan kesadaran posisi kaki atau peningkatan torsi memutar pada
engkel kaki saat tersandung. Insiden keseleo lebih banyak di negara
maju yang penduduknya selalu memakai sepatu dibandingkan di negara
berkembang di mana bertelanjang kaki atau bersandal tipis lebih umum.
Dr
Daniel Leiberman berpendapat bahwa masalahnya sebenarnya bukan pada
memakai sepatu atau tidak, tetapi pada bagaimana kita berjalan atau
berlari. Bertelanjang kaki mendorong pelari untuk meredam dampak
pendaratan dengan menyesuaikan gaya mendarat pada bagian bawah kaki.
Pelari tanpa alas kaki mendarat lebih banyak pada bagian tengah atau
depan telapak kaki, yang mengurangi guncangan transien saat kontak.
Guncangan pendaratan lalu disebarkan oleh sebagian besar otot-otot di
bagian belakang kaki. Akibatnya, berjalan tanpa alas kaki mengurangi
risiko cedera karena menghasilkan kekuatan benturan jauh lebih rendah.
Sebaliknya, pelari yang memakai sepatu lebih banyak mendarat pada tumit
dan bergantung pada desain sepatu untuk meredam kejutan dan
mengendalikan kaki saat berlari.
Penyesuaian bertahap
Namun,
jangan buru-buru membuang sepatu lari Anda. Bagi Anda yang baru mulai
berlari tanpa alas kaki, regangan yang tidak biasa pada otot dan tendon
dapat menyebabkan cedera. Anda harus membiasakan untuk mengubah cara
berjalan terlebih dahulu. Arahkan tekanan lebih banyak pada bagian
tengah atau depan telapak kaki, bukan pada tumit. Kemudian, biarkan
struktur elastis dalam kaki melakukan tugasnya. Mulailah perlahan-lahan
pada permukaan yang aman (misalnya lapangan rumput atau pasir) untuk
menguatkan telapak kaki dan memungkinkan jaringan lunak kaki dan
pergelangan kaki untuk beradaptasi dengan strategi beban yang baru.
Berganti-ganti berjalan kaki tanpa sepatu di satu hari dan bersepatu di
hari berikutnya juga akan mengurangi risiko cedera.
Setiap orang
memiliki kemampuan yang berbeda untuk belajar dan beradaptasi dengan
keterampilan baru. Beberapa orang dengan cepat menyesuaikan diri sebagai
pelari tanpa alas kaki, yang lainnya perlu perjuangan lebih banyak
untuk melakukan perubahan, terutama jika mereka memiliki masalah
struktural ireversibel pada tendon dan otot, yang disebabkan oleh
puluhan tahun mengenakan sepatu.
Baik untuk anak dan remaja
Berjalan
tanpa alas kaki sangat baik untuk perkembangan kaki yang sehat pada
anak-anak dan remaja. Telanjang kaki akan memperkuat dan melatih
otot-otot kaki yang terus-menerus beradaptasi dengan ketidakrataan
lantai. Atrofi (penyusutan) otot dan cacat seperti kaki datar (flat foot)
dapat dicegah. Otot-otot yang terlatih juga membuat kaki kurang rentan
terhadap rasa sakit. Bahkan pada orang dewasa, berjalan tanpa alas kaki
dapat mencegah deformitas kaki tertentu – meskipun pada tingkat lebih
rendah.
Perhatian khusus
Bagaimana pun, Anda perlu
mewaspadai duri, logam, beling, dan benda lain ketika berlari tanpa alas
kaki. Benda-benda itu dapat dengan mudah menjadi sumber bahaya bagi
kaki Anda. Cedera tidak hanya menyakitkan tetapi juga berisiko infeksi,
termasuk tetanus yang mematikan. Anda perlu memeriksa status imunisasi
tetanus Anda sebelum pergi bertelanjang kaki di alam bebas. Orang dewasa
harus mendapatkan vaksinasi tetanus setiap sepuluh tahun. Selain itu,
bertelanjang kaki tidak disarankan bagi Anda yang menderita diabetes.
Penderita diabetes kronis seringkali memiliki persepsi rasa sakit yang
terganggu sehingga tidak segera menyadari luka di kaki. Hal ini
meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi.
______________________________________
Stres Tidak Selalu Buruk
Stres
adalah respon tubuh untuk menanggapi tuntutan lingkungan yang
menantang, entah itu di pekerjaan, sekolah, keluarga atau masyarakat.
Stres tidak selalu buruk. Ketika stres, kinerja jantung dan sistem
pembuluh darah Anda akan meningkat untuk menyesuaikan diri dengan beban
yang lebih besar. Hal ini akan menguntungkan Anda, misalnya dalam
situasi yang berbahaya bagi keselamatan jiwa. Tingkat stres yang optimal
bahkan dibutuhkan agar Anda selalu bersemangat dan termotivasi untuk
berprestasi.
Stres positif dan stres negatif
Menurut ahli endokrinologi Hans Selye, stres dapat dibedakan menjadi stres positif (eustress) dan stres negatif (distress).
Stres positif seperti pekerjaan yang menantang dan pertandingan olah
raga yang menghibur dapat membuat Anda lebih bahagia dan sehat.
Sebaliknya, stres negatif seperti pekerjaan yang membosankan dan konflik
interpersonal dapat membuat Anda sedih dan sakit.
Stres positif memiliki karakteristik sebagai berikut:- Memotivasi, memfokuskan energi
- Berjangka pendek
- Terasa menarik dan dalam batas kemampuan Anda
- Meningkatkan kinerja
- Menyebabkan kecemasan atau kekhawatiran
- Berjangka pendek atau panjang
- Terasa tidak menyenangkan atau di luar batas kemampuan Anda
- Mengurangi kinerja
- Dapat menyebabkan masalah mental dan fisik
Penyebab stres
Situasi
yang sama dapat menjadi pemicu stres positif atau negatif, tergantung
persepsi Anda. Orang yang berbeda juga dapat bereaksi berbeda terhadap
situasi yang sama. Namun, secara umum peristiwa berikut memicu stres
negatif atau stres positif pada sebagian besar orang di sebagian besar
waktu:
Contoh pemicu stres positif meliputi:- Memulai pekerjaan atau sekolah baru
- Menerima promosi atau jabatan baru
- Pernikahan
- Membeli rumah
- Memiliki anak
- Pindah rumah
- Mengambil liburan
- Pensiun
- Kematian pasangan
- Proses perceraian
- Kehilangan kontak dengan orang yang dicintai
- Kematian anggota keluarga
- Sakit atau cedera (diri sendiri atau anggota keluarga)
- Dilecehkan atau diabaikan
- Kepailitan/ masalah keuangan
- Pengangguran
- Masalah tidur
- Masalah anak di sekolah
- Permasalahan hukum
- Tuntutan pekerjaan berlebihan
- Ancaman PHK
- Konflik dengan rekan kerja dan atasan
- Beban tugas melebihi kewenangan atau pelatihan yang diberikan
- Kemacetan lalu lintas
Faktor internal
Stres
negatif tidak hanya dipicu oleh masalah eksternal namun juga sumber
internal seperti perasaan, pikiran, dan kebiasaan. Sumber internal yang
sering menyebabkan stres negatif antara lain:
- Kekhawatiran dengan situasi, misalnya takut terbang, ketinggian, berbicara di depan umum atau menemui orang asing di pertemuan.
- Kekhawatiran dengan peristiwa masa depan, misalnya menunggu hasil ujian atau reorganisasi perusahaan
- Ekspektasi terlalu tinggi atau selalu ingin sempurna (perfeksionis)
- Terlalu memaksakan untuk mengerjakan banyak hal dalam satu waktu
- Tidak dapat bersikap tegas (plin-plan)
- Suka menunda-nunda
- Tidak terorganisir (tanpa perencanaan)
Tips mengurangi stres negatif
Lakukan tips berikut untuk mengurangi stres negatif:
- Cukup tidur dan beristirahat
- Jaga diet yang seimbang
- Lakukan olahraga secara rutin tanpa menetapkan sasaran yang harus dikejar
- Hargai kehidupan keluarga dan persahabatan. Silaturahmi dengan kerabat dan handai taulan adalah rekreasi yang penting
- Kejarlah sasaran profesional untuk posisi bahwa Anda yang menantang, tapi masih dalam batas kemampuan Anda
- Jangan menunda untuk menyelesaikan tugas hingga saat terakhir
- Buatlah jadwal yang jelas dengan ritual yang berulang
- Terimalah kegagalan sebagai pelajaran berharga
- Cobalah untuk tidak menjadi sempurna atau tak tergantikan
- Sadarilah bahwa Anda adalah manusia yang berharga dan layak di mata Tuhan, tidak peduli bagaimana pun prestasi Anda dinilai manusia
____________________________________
12 Buah Tersehat yang Perlu Anda Makan
Selain lezat dan bergizi, buah-buahan mengandung vitamin dan antioksidan yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, tidak semua buah sama. Inilah daftar buah yang paling bergizi dan menunjukkan manfaat antioksidan.
- Jeruk. Sebuah jeruk menyediakan 50 sampai 70 mg vitamin C, setara dengan kebutuhan harian vitamin C Anda. Jeruk juga merupakan sumber serat, folat, serta antioksidan, vitamin dan mineral lainnya. Selaput yang menyelubungi bulir jeruk mengandung hesperidin, yang dapat menurunkan kolesterol. Buah jeruk telah diteliti dapat membantu mengurangi tekanan darah dan risiko beberapa jenis kanker. Bahkan, aroma jeruk pun berkhasiat aromaterapi yang menenangkan. Sebuah jeruk sedang mengandung sekitar 65 kalori.
- Apel. Sebuah apel beserta kulitnya memenuhi 15 persen kebutuhan serat harian Anda. Serat apel membantu menurunkan kolesterol dan memudahkan pencernaan. Apel juga kaya akan flavonoid antioksidan yang mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan kanker. Sebuah apel sedang memiliki sekitar 80 kalori.
- Delima. Satu buah delima menyediakan 40 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Delima juga mengandung folat, serat, kalium, niasin, vitamin A dan E. Antosianidin dalam delima memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang menurunkan kolesterol dan tekanan darah, melindungi gigi, mencegah osteoartritis, alzheimer, kanker payudara, leukemia, kanker paru dan kanker prostat. Sebuah delima mengandung sekitar 83 kalori.
- Pisang. Kaya kalium dan miskin sodium, pisang membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke. Sebuah pisang mengandung kalium sekitar 400 mg. Protease inhibitor pada pisang dapat mencegah radang lambung. Serat dalam pisang membantu menormalkan fungsi pencernaan. Pisang dapat menjadi sumber energi alami karena sebuah pisang ukuran sedang memiliki sekitar 108 kalori.
- Buah Kiwi. Pada berat yang setara, buah kiwi mengandung dua kali vitamin C daripada jeruk. Buah kiwi merupakan sumber magnesium, kalium, vitamin A dan E. Buah kiwi juga dapat menurunkan risiko katarak, melindungi dari kerusakan DNA, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi penyakit pernapasan. Satu buah kiwi sedang memiliki 47 kalori dan 3 gram serat.
- Anggur merah dan ungu. Anggur merah adalah sumber anthocyanin dan resveratrol, antioksidan kuat yang bisa membantu melawan penyakit jantung dan kanker. Anggur merah juga mengandung zat besi, kalium, serat dan antioksidan lain yang berlimpah. Meskipun anggur merah lebih banyak mendapatkan pujian, anggur berwarna gelap juga merupakan sumber anthocyanin dan resveratrol. Secangkir anggur merah atau ungu memiliki 60 kalori.
- Stroberi. Konsumsi harian stroberi membantu Anda mengendalikan diabetes tipe 2 dan mencegah penyakit jantung. Stroberi juga merupakan sumber vitamin C dan antioksidan lainnya. Secangkir stroberi memiliki 50 kalori dan 4 gram serat.
- Pepaya. Pepaya menyediakan banyak vitamin C, folat dan karotenoid. Pepaya merupakan satu-satunya sumber papain, enzim pencernaan alami yang membantu mencerna protein. Secangkir potongan dadu pepaya memiliki 55 kalori.
- Alpukat. Alpukat memiliki lemak tak jenuh yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Alpukat juga mengandung zat besi dan vitamin E. Sebuah alpukat mengandung 81 kalori, 8 gram lemak dan 3 gram serat.
- Sirsak. Sirsak adalah buah yang kaya vitamin dan serat. Setengah buah sirsak sedang sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan vitamin C dan setengah kebutuhan serat harian Anda. Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penuaan. Serat sangat baik untuk membantu pencernaan dan detoksifikasi. Sirsak juga mengandung fosfor dan kalsium, dua mineral penting untuk pembentukan massa tulang dan mencegah osteoporosis.
- Mangga. Sebuah mangga rata-rata mengandung 60 mg vitamin C, yang sama dengan jumlah harian yang disarankan. Antioksidan dalam mangga membantu mencegah artritis, mempercepat penyembuhan luka dan sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh. Sebuah mangga sedang berisi 135 kalori, 1 gram lemak dan 4 gram serat.
- Tomat. Tomat adalah sumber likopen, salah satu karotenoid terkuat, yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa tomat, dengan penggunaan sehari-hari, menurunkan kolesterol dan risiko kanker kandung kemih, perut dan usus besar. Sebuah tomat memiliki 26 kalori, tanpa lemak dan 1 gram serat. Cipratkan minyak zaitun ke irisan tomat, karena likopen akan diserap oleh tubuh hanya jika dimakan dengan sedikit lemak.
_________________________________________
Waspadai Paraben dalam Produk Kosmetik
Produk-produk kosmetik seperti sampo, conditioner, pasta gigi, bedak, lotion, krim
dan lulur perawatan kulit adalah bagian dari kebutuhan sehari-hari yang
tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Mereka memiliki banyak
manfaat untuk memperindah, meremajakan dan bahkan menyehatkan rambut dan
kulit. Namun, sebagian produk tersebut mungkin mengandung bahan-bahan
berbahaya. Paraben adalah salah satunya.Apakah paraben?
Paraben bukan nama satu zat, tetapi golongan zat pengawet sintetis yang ditambahkan ke produk untuk memperpanjang umur simpan. Mereka digunakan tidak hanya di produk kosmetik tetapi juga dalam makanan, deterjen, lem, obat, dll. Paraben yang umum dalam kosmetik adalah butylparaben, methylparaben, propylparaben, isobutylparaben dan isopropylparaben. Karena murah dan efektif, paraben digunakan secara luas oleh produsen kosmetika besar maupun kecil. Hasil analisa label oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bersama Organisasi Konsumen Korea pada Maret 2010 menunjukkan bahwa dari 36 produk kosmetik yang diteliti, 11 di antaranya mengandung paraben. Produk-produk tersebut mencakup merek-merek terkenal seperti Pigeon, Garnier, Zwitsal, Baby Dee, Viva, Shinzui, Mustika Ratu, Cussons dan Lifebuoy.Bahaya paraben
Paraben memiliki sifat yang mirip dengan hormon estrogen. Terlalu banyak estrogen dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan mempercepat perkembangannya. Hasil penelitian terbaru oleh tim dari Universitas Reading yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Toxicology (Januari 2012) menyebutkan bahwa dari 160 sampel jaringan tumor payudara yang diangkat dalam operasi mastektomi pada 40 wanita, 99% mengandung paraben (158 sampel) dan 60% (96 sampel) di antaranya mengandung kelima jenis paraben. Apakah paraben menjadi sebab wanita-wanita itu menderita kanker payudara? Tidak ada yang tahu. Penelitian lebih lanjut tentang hal itu masih diperlukan.Hasil penelitian oleh Kyoto Prefectural University of Medicine menyebutkan bahwa tidak semua paraben sama. Beberapa jenis paraben aman, jenis lainnya dapat bermutasi menjadi racun berbahaya bila terpapar sinar matahari. Kebanyakan produk kosmetik mengandung lebih dari satu satu jenis paraben.
Menurut peraturan BPOM, paraben adalah bahan pengawet jenis ester (p-hydroxybenzoic acid) yang diperkenankan dengan kadar maksimum 0,4 persen untuk ester tunggal serta 0,8 persen untuk ester campuran (Peraturan Kepala BPOM No: HK.00.05.42.1018). Karena terdapat pada banyak produk, tanpa disadari Anda mungkin memasukannya ke dalam tubuh melebihi batas yang disarankan. Anda mungkin memakai produk-produk berbeda yang mengandung paraben beberapa kali sehari. Penggunaan dalam jangka panjang pada akhirnya dapat merugikan kesehatan Anda.
Sejak tahun 2004, para peneliti menyarankan untuk menghindari paraben. Namun sebagian besar perusahaan kosmetik tetap penggunaannya dengan alasan bahwa pemakaiannya hanya dalam jumlah kecil. Namun mereka tidak menyebutkan bahwa paraben dari semua produk kosmetik dapat berakumulasi hari demi hari. Belum ada penelitian tentang hal itu sehingga akibat dari akumulasi itu tidak ada yang tahu.
Alternatif
Paraben dalam kosmetik berfungsi sebagai pengawet. Banyak produk alami yang tidak menggunakan paraben. Meskipun memiliki umur simpan lebih pendek dan lebih rentan terhadap pembusukan, produk-produk itu lebih aman. Beberapa produk menambahkan alkohol sebagai pengawet. Namun, alkohol memiliki efek merusak pada kulit dan rambut, sehingga tidak disarankan. Selain itu, alkohol juga dihindari dengan alasan agama (tidak halal).Ada sejumlah senyawa kimia lain yang dikenal memiliki efek yang sama dengan paraben. Masalahnya adalah mereka belum biasa digunakan, sedangkan paraben sudah dipakai sejak 1950-an. Masih terlalu sedikit yang diketahui tentang keamanan dari zat-zat itu sehingga tidak dapat dipastikan apakah lebih aman dari paraben.
No comments:
Post a Comment